![]() |
| Mendes Yandri Susanto mendorong implementasi hasil riset BRIN di desa untuk mendukung pembangunan, ketahanan pangan, desa wisata, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045. |
pendamping-desa.com-Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan pentingnya pemanfaatan hasil riset dan inovasi untuk mendukung pembangunan desa. Menurutnya, berbagai penelitian yang dihasilkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memiliki potensi besar untuk diterapkan secara nyata di tingkat desa guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Mendes Yandri saat memberikan keynote speech pada kegiatan BRIN Goes to Villages: BRIN Menyapa Desa yang berlangsung di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Yandri menjelaskan bahwa berbagai program prioritas Kemendes PDT, seperti pengembangan desa wisata, desa ekspor, serta desa tematik, membutuhkan dukungan inovasi dan pendampingan berbasis riset. Kolaborasi dengan BRIN diharapkan dapat memperkuat implementasi program-program tersebut sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat desa.
Selain itu, Kemendes PDT juga terus mendorong sinergi dengan berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, dan akademisi. Salah satu contoh kolaborasi yang dinilai strategis adalah pengembangan program desa bebas sampah yang sejalan dengan upaya menjaga lingkungan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
Mendes Yandri menambahkan bahwa pemerintah saat ini juga menjalankan Program Swasembada Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan Terintegrasi (SEHATI), yang merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan World Bank. Program ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal desa.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung pembangunan desa. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor yang berkelanjutan.
Kemendes PDT menargetkan penguatan potensi di sekitar 10.000 desa melalui berbagai program afirmatif yang melibatkan banyak pihak. Upaya tersebut merupakan bagian dari strategi mempercepat pembangunan desa menuju Indonesia Emas 2045.
Saat ini, Kemendes PDT juga telah menjalin kerja sama dengan ratusan perusahaan swasta dan BUMN dalam program desa binaan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat pengembangan potensi desa sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
Kegiatan BRIN Menyapa Desa turut dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, antara lain Menteri Lingkungan Hidup Moh. Jumhur Hidayat, Kepala BRIN Arif Satria, Anggota Komisi XI DPR RI HM. Musthofa, serta Kepala Lembaga Administrasi Negara Muhammad Taufiq. Mendes Yandri juga didampingi Sekretaris Jenderal Kemendes PDT Taufik Madjid.
Tags:
KABAR DESA
